Siantar-Simalungun Punya Pemimpin Baru. Rakyat Harus Sejahtera Bangkit Dan Maju. (Part 2)

Coretan Pemred Bidik News : Hendra Silitonga.

BidikNewsToday.Com (Pematangsiantar) – Di perhelatan Pilkada Serentak 2020 yang baru berlangsung pada tanggal 9 Desember 2020 lalu, membuktikan bahwa masyarakat Siantar-Simalungun ini, sangat menginginkan adanya perubahan besar yang akan dilakukan oleh kedua pasangan Calon Kepala Daerah-Wakil Kepala daerah ini.

Bila itu tidak dapat diwujudkan oleh Pasangan Radiapoh Hasiolan Sinaga-Zonny Waldy (Bupati Simalungun-Wakil Bupati Simalungun Terpilih) dan Ir. Asner Silalahi, MT – dr. Susanti Dewayani, Sp.A (Walikota-Wakil Walikota Pematangsiantar) untuk Periode 2021-2024, sudah dapat dipastikan nantinya kedua pasangan calon ini, apabila berkeinginan maju kembali untuk periode selanjutnya (Ke-2), dipastikan akan terseok-seok untuk meraih kursi empuknya (Kemenangan).

Namun bila kedua Pasangan Calon Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah ini mampu membuktikan adanya perubahan besar, baik dalam tatanan pemerintahan birokrasi yang bersih dan bisa membawa kemakmuran para ASN, begitu juga dengan kemajuan pembangunan bidang infrastruktur daerah masing-masing dalam masa empat tahun kepemimpinan, akan bisa dapat dipastikan nantinya bahwa niatan yang akan berniat maju sebagai Kepala Daerah bagi yang berminat, mundur dengan sendirinya serta takut akan bersaing dengan Incumbent di Tahun 2024 nantinya.

Bila hal ini diabaikan kedua Pasangan Calon Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah bertetangga ini, pasti akan dihampiri oleh Palsafah “Mempertahankan Jauh Lebih Sulit Daripada Di Saat Meraihnya”.

Masyarakat akan lebih cenderung beralih kelain hati dengan Calon Kepala Daerah-Wakil Kepala Daerah yang baru muncul untuk bertarung dengan Incumbent Paslon RHS-ZW dan PASTI (Pasangan Asner-Susanti) yang terpilih saat ini.

Soal gagasan dan masukan serta saran dari para Tokoh Agama, Adat, Pemuda dan lembaga lainnya, yang sifatnya menuju kemakmuran daerah demi kemajuan pembangunan, dimana bukan untuk menonjolkan keuntungan dan kepentingan, perlu dan penting untuk didengar dan diilhami oleh pemimpin Paslon kedua daerah tetangga ini.

Sebagai desesion maker (pengambil kebijakan), pemimpin yang cerdas itu adalah pemimpin yang dekat dengan rakyatnya .

Begitu juga dengan peranan media dengan pemerintah, dimana selama ini yang terjadi adanya sikap pengabaian dari pemerintah terhadap pers, serta sikap pilih-pilih buluh dengan adanya si anak emas, anak kandung, serta anak tiri yang dilakukan kepala daerah, tak perlu terulang kembali kepada 2 Paslon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ini.

Sebagai orang-orang cerdas yang terpilih menjadi pemimpin kedua daerah ini, jalinlah hubungan harmonis terhadap pers sebagai pilar kekuatan ke 4 di dalam Demokrasi setelah lembaga Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif.

Jangan jahuin media bila ingin sukses dalam memimpin, karena pemimpin yang besar adalah pemimpin yang dekat dengan media. Tanpa media, pemimpin itu tidak akan besar dan dikenal oleh masyarakatnya, dan bagi pemimpin yang jauh dari Insan Pers, maka percayalah akan tidak dicintai oleh masyarakat masing-masing…….. Bersambung.