Genap Setahun Kepemimpinan Irjen. Pol. Drs. Martuani SorminSiregar. 31 Orang Bandar Narkoba Dikirim Keliang Lahat.

BidikNewsToday.Com (Sumatera Utara) – Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar genap sudah satu tahun (1 Tahun) menjabat sebagai orang nomor satu dijajaran Kepolisian Sumatera Utara pada tanggal 23 Desember 2020 menggantikan Komjend Pol. Drs. Agus Andrianto (Mantan Kapoldasu sebelumnya) yang kini menjabat sebagai Kabaharkam Mabes Polri.

Jendral Bintang Dua (2) ini mengakui telah mengirimkan sebanyak 31 Orang Bandar Narkoba ke alam kubur bersama jajarannya dengan cara menembak mati para pelaku bandar narkoba di masa kepemimpinannya.

Hal itu dikatakan Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin didampingi Ditres Narkoba Polda Sumut Kombes Pol. Robert Da Costa dan Kabid Humas Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja serta para PJU lainnya kepada wartawan. Rabu (23/12/2020) lalu.

Selain menembak mati bandar narkoba, sedikitnya Polda Sumut berhasil menyita 800 kg sabusabu, belasan ton ganja, dan ribuan pil ekstasi.

Dikutip dari laman medanberita.id dan akun Facebook Polda Sumatera Utara, Selasa (29/12/2020), bahwa rencananya narkoba-narkoba itu sebagian besar akan diedarkan di wilayah Sumatera Utara dan ada juga yang ditangkap ketika akan dibawa keluar provinsi sumut.

Kapolda mengatakan, jajaran Direktorat Narkoba Polda Sumut telah berhasil menangkap ratusan tersangka kejahatan narkoba dan berhasil memperoleh peringkat dua dalam pengungkapan narkoba di seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

“Kita amat bangga kerja sama Ditresnarkoba Polda dan jajaran dalam pengungkapan kejahatan narkoba dam akan tetap berkomitment perang terhadap yang namanya narkoba”, ujar Kapoldasu ini yang dikenal dekat dan ramah dengan awak media ini .

“Torehan ini pun dapat dibuktikan dengan rahian peringkat kedua dalam pengungkapan kasus kejahatan narkoba di seluruh Polda yang ada di Indonesia,” ujar Irjend Pol Martuani .

Jenderal bintang dua ini juga mengatakan, dengan keberhasilan mengungkap jaringan narkoba, Kombes Robert Da Costa mendapat penghargaan dari Kapolri berupa jalur khusus mengikuti Sespimti untuk mendapat jenjang menuju jenderal.

“Saya bangga dengan kinerja Direktorat Narkoba Polda Sumut dan jajaran. Ini adalah prestasi luar biasa. Yang paling membanggakan adalah keberhasilan itu berkat galangan yang dilakukan kepada masyarakat”.

“Keberhasilan prestasi ini saya harapkan untuk kita lebih giat lagi dan tidak membuat personel jadi terlena, tetapi terus bekerja dan bekerja,” harap Mantan Kapolda Papua ini penuh ketegasan.

Putra kelahiran Lobusonak Desa Lumban Sormin Kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara ini juga mengatakan, salah satu target selama menjabat Kapolda Sumut adalah pemberantasan narkoba, kasus perjudian togel dan kejahatan jalanan serta kriminal lainnya yang meresahkan masyarakat luas.

“Begitu saya diberi amanah sebagai Kapoldasu, Kapolri dengan tegas mengatakan harus membasmi narkoba dan judi dari Sumut, maka dari itu saya menyatakan ‘Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di Sumatera Utara ini,” tegasnya dengan nada berapi-api.

Disebutkan Martuani, sebagai putra daerah terasa malu jika Sumut masih disebut “Ini Medan Bung”. Istilah itu tidak akan ada. Bukan hanya kepada pelaku kejahatan, terhadap anggota Polisi sendiri akan diberlakukan sama.

“Saya juga tegaskan kepada anggota polisi yang coba-coba terlibat narkoba, tembak saja,” tegasnya lagi.

Mantan Kadiv. Propam Mabes Polri itu mengatakan, di kepemimpinannya polisi yang melakukan pelanggaran diberi hukuman moral, berupa mengenakan pakaian khusus diarak mengelilingi Mapolda Sumut sambil memasuki ruangan-ruangan dengan mengatakan, “Kami polisi nakal jangan tiru seperti kami” sambil memegang towa dengan dijaga Propam.

“Menjadi Kapolda di Papua dan di Sumut saya lakukan itu sebagai hukuman tambahan. Hukuman moral itu sangat efisien untuk membuat efek jera ditambah lagi hukuman badan dan pemecatan dengan tidak hormat (PDTH)”, Ujar Kapolda yang dikenal rajin melakukan silaturahmi dengan Tokoh-tokoh agama ini menutup pertemuan. (Rel/ B.08.Zega).

Editor : Hendra Silitonga.